Kepemimpinan Kepala Desa Perempuan di Mata Masyarakat

The Leadership of Female Village Heads in the Eyes of the Community

Authors

  • Inayatul Mukarromah -
Leadership, Women, Society

A female leader is born with three constructs: biological, religious, and socio-cultural. Based on these three constructs, sometimes a female leader still experiences injustice and tends to be discriminated against by the public. Some of the functions and abilities of a woman include: being mature and level-headed. A female village head is expected to be more mature, especially in making and taking decisions, considering the opinions and wishes of others, and placing her own desires in the context of her relationships with others. A female village head is expected to be more mature and mature, especially in making and taking decisions, considering the opinions and wishes of others, placing her own desires in the context of her relationships with others, and controlling herself. Independent and confident. It is very common for a woman to depend on a man for everything she needs, hopes for, and even desires. If a leader, especially a female leader, always relies on others, particularly in decision-making and other matters, and also lacks confidence in facing situations and conditions around her, then the community will view this as very negative and tend not to trust that leader. In Citizenship. An independent female leader with strong self-confidence who always sets aside her biological status, which is different from that of men, is what society needs. According to the country's laws and regulations, women today essentially face no barriers to doing whatever they want. Based on this, many women have begun to open up new paradigms by running for office as members of the Council, governors, regents, and even village heads. Based on the self-determination they possess, many of them are able to bring about more positive changes for their communities and the regions they lead compared to men. Able to maintain a good reputation. A female leader is very complex with various things that must be considered, especially those related to her reputation, her family, and the community and region she leads, as well as maintaining her identity as a female leader. A female village chief will face many challenges, including tests or trials when interacting with the community. Sometimes she is hindered by her status as a woman. Able to control anger and emotions. A female leader is often less able to control her emotions and feelings compared to a male leader. These feelings typically This feeling arises from a sense of loss of power and even a tendency to feel weak and depressed. This is usually caused by several factors, including the feeling that someone is trying to remove them from the power they have held, often feeling unfairly criticized by others about their performance, feeling that everything they do is of no benefit to the community, leading the community to feel indifferent and unappreciative of all their efforts for the village's progress, feeling that their direction and movement are severely limited due to their biological status, and the most critical factor is when a female leader feels inferior in the presence of others. Understanding management and leadership. Management includes: act, plan, check, and do. Physical and mental health. Given the extremely balanced burden that a female village chief must bear, which includes productive burdens, reproductive burdens, social and cultural burdens, and other burdens. Therefore, a female village chief is required to pay more attention to her health.

Seorang pemimpin perempuan di lahirkan dengan tiga тасат konstruksi yaitu konstruksi biologis, agama dan sosial budaya.Berdasarkan tiga konstruksi tersebut terkadang seorang pemimpin perempuan masih saja mendapatkan ketidak adilan dan cenderung di deskriminasikan oleh publik.Beberapa fungsi dan kemampuan seorang wanita antara lain; Dewasa dan matang dalam bersikap. Seorang kepala desa perempuan di harapkan lebih dewasa dan matang terutama dalam membuat dan mengambil keputusan, mempertimbangkan pendapat dan kehendak orang lain, menempatkan keinginan diri sendiri dalam konteks hubungannya dalam orang lain, mengendalikan diri.Mandiri dan Percaya Diri.Identik sekali seorang perempuan biasanya menggantungkan segala yang dia butuhkan, harapkan bahkan yang di inginkan dengan bantuan seorang lakilaki.Jika Seorang pemimpin terutama pemimpin perempuan selalu menggantungkan dirinya pada orang lain terutama pada penetapan dan pengambilan keputusan dan lainnya, dan juga kurang percaya diri dalam menghadapi situasi dan kondisi sekitar maka masyarakat akan menganggap hal yang sangat negative dan cenderung tidak percaya kepada pemimpinnya tersebut. Dalam Kewarganegaraan. Seorang pemimpin perempuan yang mandiri dengan di tunjang rasa percaya diri yang kuat dan senantiasa selalu mengesampingkan status biologisnya yang berbeda dengan laki-laki inilah yang di butuhkan masyarakat. Menurut keadaan perundang-undangan Negara, dewasa ini wanita pada hakikatnya tidak ada hambatan untuk melakukan apа saja yang di inginkan. Berdasarkan ini pula banyak wanita yang mulai membuka paradigma- paradigma baru dengan cara mencalonkan diri sebagai anggota Dewan, Gubernur, bupati dan bahkan Kepala desa.Berdasarkan self determination yang mereka miliki inilah banyak di temui beberapa dari mereka bisa lebih baik membawa perubahan yang positive bagi masyarakatnya dan wilayah yang di pimpinnya di banding dengan laki-laki. Mampu menjaga nama baik .Seorang pemimpin perempuan sangatlah kompleksitas dengan berbagai hal yang nantinya harus di perhatikan terutama dengan hal yang menyangkut nama baik dirinya, keluarganya dan masyarakat serta wilayah yang di pimpinnya serta татри теmelihara jati dirinya sebagai pemimpin perempuan.Seorang pemimpin Kepala desa perempuan akan mengalami banyak kendala termasuk ujian atau coba'an ketika terjun di tengah - tengah masyarakat.Kadang seringkali terkendala dengan statusnya sebagai perempuan Mampи menahan amarah dan emosi.Seorang pemimpin perempuan biasanya lebih tidak bisa mengendalikan emosi dan persaannya di banding dengan pemimpin laki -laki.Perasaan - perasaan tersebut biasanya muncul akibat merasa kehilangan kekuatan bahkan cenderung merasa lemah dan terpuruk hal ini biasanya di sebabkan beberapa faktor antara lain merasa ada yang hendak menjatuhkan dirinya dari kekuasaannya yang telah di embannya, sering kali merasa di kritisi secara tidak adil oleh orang lain tentang kinerjanya, merasa segala hal yang dia lakukan tidak ada manfaatnya bagi masyarakat sehingga masyarakat merasa acuh dan cenderung tidak menghargai segala jerih payahnya demi kemajuan desa tersebut, merasa arah dan geraknya sangat terbatas karena status biologisnya dan hal yang paling fatal adalah manakala seorang pemimpin perempuan merasa rendah di hadapan orang lain. Mengerti management dan Leadership.management yang meliputi meliputi; act, plan, check dan do.Sehat jasmani dan rohani.Berdasarkan beban yang sangat imbang yang harus di pikul oleh seorang pemimpin kepala desa perempuan yang di antaranya meliputi beban produktif, beban reproduktif, beban sosial budaya dan beban yang lainnya. Maka berdasarkan itu pula seseorang pemimpin kepala desa perempuan di tuntut lebih intens guna memperhatikan lebih terhadap kesehatannya.

2011-04-29

How to Cite

Inayatul Mukarromah. (2011). Kepemimpinan Kepala Desa Perempuan di Mata Masyarakat: The Leadership of Female Village Heads in the Eyes of the Community. An-Nisa’ Journal of Gender Studies , 4(1), 9-20. https://annisa.uinkhas.ac.id/index.php/annisa/article/view/439

Similar Articles

31-40 of 74

You may also start an advanced similarity search for this article.